Cerita : Masa Transisi SMA-Kuliah

 


2020 officially jadi anak kelas 12, yang ku tau kelas 12 super sibuk, banyak schedule di sekolah, banyak ujian, banyak tryout. kelas 12 ku diwarnai dengan pandemi yaitu aku yang harusnya bisa ngadepin beratnya jadi anak kelas 12 bareng temen, karena lockdown yang terus-menerus diperpanjang otakku terkurung menjadi-jadi. Karena covid-19, mungkin buat beberapa orang nggak ada waktu untuk mikirin sekolah. Kondisi sekolah pun nggak beraturan, masih percobaan dengan hal-hal online.

Kelas 12 segala macem sunnah rasul aku jalanin nggak pernah kelewat, dari mulai sholat sunnah, tahajud, puasa senin kamis, wah gila sih, aku bingung ini aku merinding karena kelas 12 atau karena dapet hidayah? wkwwkwk tiap hari kerjaannya mikirin nanti snmptn mau milih apa, masa depan gimana, bisa ga ya aku punya masa depan cerah walaupun diri ini banyak dosa dan banyak lagi. Perasaan ini ada karena aku ngerasa nggak capable dan nggak siap buat ngehadapin utbk dan aku di doktrin orang tuaku untuk masuk PTN dan kalo nggak masuk negeri jangan harap kuliah tahun itu, jadi pilihannya cuma negeri atau gap-year, disaat temen-temenku punya alternatif ke swasta sedangkan aku nggak, nggak punya dan nggak mungkin. 

Aku makin kepikiran karena pastinya semua orang naruh ekspektasi lebih sama si ranking satu ini, sebenernya kalo aku punya self awareness juga esteem yang tinggi dan punya edukasi yang cukup tentang gap-year, aku mungkin nggak akan mikirin omongan orang dan memilih gap year, karena kelas 12 menurutku untuk mikirin masa depan apalagi lagi pandemi sangat riskan kesannya jadi terburu-buru semuanya prematur alhasil aku milih jurusan snmptn yang sebenernya aku ga minat kesitu aku cuma nggak tau passion aku apa dan aku hanya baca peluang supaya gimana caranya namaku bisa masuk list daftar nama yang keterima snmptn, aku milih hukum pada saat itu karena aku berfikir semua orang bisa mulai dari awal dan walaupun passion aku nggak disitu ya pasti lah aku bisa survive "emangnya dunia ini sesusah apa sih? aku pasti bisa kok" pengumuman snmptn telah tiba dan yang seperti aku prediksi aku keterima di fakultas hukum, gila! itu senengnya bukan main tanpa UTBK waktuku bisa dialokasikan untuk berlibur selama 3 bulan.

Selama satu semester, aku merasa sering tertinggal dan nggak paham karena nggak kebiasa dengan sistem belajar di online meeting, aku lalai dan tidak bersemangat untuk apapun dan seperti yang aku tebak nilai ip ku hasilnya mengecewakan, sampe akhirnya sekarang aku kuliah offline jujur susah banget karena pada dasarnya kalo kurang minat jadi serba susah, setiap hari kerjaannya ngeluh di mulai dari hal pertemanan, jauh dari orangtua, kos yang kurang nyaman, rutinitas pagi yang bikin shock karena sudah lama tidak hidup se-normal itu, sampe aku melangkah ke kampus doang rasanya berat. Ujian selalu dengan keadaan underpressure, waktu ujian nengok dikit atau ada kesalahan dikit aja di bentak dosen, aku gatau dosen yang jaga punya masalah apa pada saat itu, ditambah di sepanjang lorong banyak orang yang bawa berkas banyak sambil komat-kamit duduk di depan kelas masing-masing, pada saat itu merasa belajar aku nggak ada apa-apanya.

till now i'm survive di fakultas Hukum ya beberapa orang ada yang meremehkan karena jurusan soshum nggak teknik atau MIPA lainnya, aku cuma bisa berharap aku kuat menjalani hari-hari dan nggak kehilangan harapan.

 

 

Postingan Populer