Surat untuk Masa depan #2


Hai, apa kabar masa depan? aku harap tulisan ini nggak jadi tekanan, semoga tulisan ini bisa jadi refleksi kehidupan walaupun amatiran.

Hari ini aku termotivasi nulis surat untuk aku 3-10 tahun kedepan karena tulisan kamu di 2019

Saat ini kamu sedang berada di fase berusaha menerima setelah apa yang kamu pilih, karena kamu harus tanggung jawab. 

Tiga atau beberapa tahun ke depan, aku berharap kamu ga bosen untuk selalu kamu inget mimpi-mimpi kamu yang kamu tulis di spreadsheet, aku harap itu bukan sekedar plan yang kamu buat lama ampe pusing terus kamu menyerah gitu aja di tengah-tengah cuma karena ada hambatan yang sebenernya kamu itu tumbuh cui, asal kamu ikhlas jalaninya.

Saat ini aku masih nggak tau kenapa aku exist di dunia ini, aku masih nggak tau jadi apa nanti, aku nggak tau kenapa aku kuliah berada jauh dari temen-temen, aku cuma berharap di masa depan aku bisa bantu orang tua dan adik.

Mimpi-mimpi nekad kamu yang di tulis di spreadsheet masih kamu inget terus kan? jadiin itu motivasi, semoga sekarang kamu berada sesuai apa yang aku rencanain saat ini atau bahkan lebih baik lagi dari yang aku rencanain sekarang tapi kalo nggak aku harap mental kamu aman, masih berprinsip growth mindset dan nggak nyerah karena keadaan.

Udah sampai mana level bahasa Inggris kamu? udah nyoba ujian di goethe institut? udah berapa banyak buku yang kamu baca? mental kamu aman kan sekarang? kamu tinggal dimana sekarang? ip kamu naik ga? setelah ini mau kemana? kamu bisa kan nyusun skripsi? kamu bisa kan pendadaran? keluarga apa kabar? bb kamu sekarang berapa? haha

Saat ini aku lagi seneng nyusun plan untuk diri aku 3-5 tahun ke depan, aku tersadar akibat ip aku yang biasa aja, itu berarti aku harus bisa improve demi diri aku yang baik di masa depan dari pada aku terus terusan fokus dengan kekurangan dan kesalahan yang aku perbuat lebih baik aku ngelakuin apa yang aku bisa ubah dari nasib kamu sekarang ini, aku berharap kamu sekarang ga berhenti jadi orang yang berusaha jadi pribadi yang growth mindset sih dan aku juga berharap kamu sekarang berada di track yang aku plan ini, ya walaupun Allah berkata lain aku cuma bisa berdoa dan ikhtiar juga percaya sama yang aku jalanin.

Nah sekarang kamu jangan kebanyakan ngeplan woi, aku udah buat nih biar kamu ga bingung amat mau kemana, eksekusi juga yang bener!

Apa kamu masih bergantung sama osa? aku gatau kenapa dari TK-SD-SMP-SMA-KULIAH cerita aku ga pernah sekalipun hilang dari episode tentang osa, bahkan kamu nyusun plan masa depan kamu juga nulis osa dan osa pun mau ngikutin plan aku yang bisa dibilang siapa sih orang yang ayo-ayo aja sampe plan yang aku buat pun dia setuju, mungkin karena kita punya tujuan yang sama? 

Sekarang kamu udah nikah? haha sama orang yang kaya gimana? atau mungkin di usia sekarang orang akan sering bertanya 'kapan nikah' 'kerja dimana' yang sabar aja sih karena kamu nggak bisa ngontrol itu semua.

aku yakin banget sekarang nikah masih jadi opsi paling terakhir di hidup kamu tapi ya sebenernya juga aku gamau kalo kamu nikah diatas 27 tahun tapi disisi lain aku ngerasa umur aku kurang untuk melakukan banyak hal di dunia ini kalo diitung dari usia aku sekarang 19-27 berarti ada waktu 7 tahun untuk aku menjadi pribadi yang merdeka dan siap menikah.

aku tau juga sih kenapa kamu nggak mau nikah cepet ya karena kamu belum nemu aja jodoh yang satu visi dengan kamu yang akhirnya kamu selalu bilang kalo kamu belum siap untuk dicintai dan mencintai dengan benar, jangan berubah untuk hal yang satu ini, ya yang seperti kebanyakan orang tau kalo mengejar mimpi itu jauh lebih penting dari pada memikirkan pernikahan. walaupun gitu, aku berharap suatu saat nanti kamu being educated about menikah, ada yang bisa mengubah pikiran kamu tentang ini dan sadar bahwa sendiri itu tidak akan berdiri dengan tegak sempurna.

aku penasaran apakah kamu masih suka Zahid Ibrahim Azmi? sampai aku menulis surat ini pun aku masih berharap di masa depan kelak kamu dapat bertemu sosok dengan kepribadian seperti dia yang selalu belajar dari kesalahan, bertanggung jawab atas apa yang dipilih, berusaha dengan apa yang mau digapai, konsisten dengan hal hal positifnya dan lain hal, ii basic sih tapi ya suka aja gapapa lah

seperti surat amatir yang aku buat sebelumnya aku masih berharap suatu saat nanti bertemu orang yang kamu tulis di surat 2019, menghabiskan waktu bersama di kereta dan keliling dunia bareng, ga cuma berada di titik jawa doang tapi aku juga membuat titik yang banyak di dunia yang besar ini.

Baik-baik di sana, jaga kesehatan, jangan suka begadang, jangan lupa nabung, jangan terlalu banyak makan, jangan lupa olahraga, rajin-rajin nulis walaupun gak penting, stay motivated, selalu inget plan yang kamu buat di spreadsheet.

Sekarang aku memilih untuk berjuang keras untuk menjadi seperti kamu sekarang dan dengan penuh tanggungjawab, aku percaya bahwa suatu hari nanti aku akan menjadi pribadi yang penuh kebahagiaan. aku harap kamu sekarang tersenyum karena kamu melihat bahwa kamu menyadarinya, bahwa pilihan-pilihan yang aku buat hari ini akan mengantar pada diri aku di masa depan yang lebih baik.

Terimakasih,

Dirimu beberapa tahun yang lalu.

 

Postingan Populer