Surat Untuk Masa depan #1



Hi, apa kabar aku di masa depan1

Hari ini aku termotivasi  karena suatu video untuk menulis surat untuk dirimu, aku menulis ini ketika aku akan kelas 11 ,besok aku akan menjalan aktivitas sehari-hari lagi setelah satun bulan libur, kamu sedang apa sekarang?

Saat ini diriku mungkin sedang berada di fase menerima, bersyukur setelah apa yang terjadi, tidak seperti tahun sebelumnya. 

Sembilan tahun ke depan, aku berharap kamu masih bisa meluangkan waktu untuk membaca sedikit  yang kutuliskan disini. Mungkin kamu akan tertawa dan menganggap bodoh diriku yang masih meluangkan waktu untuk memperhatikanmu di masa depan.

Masa depan? Untuk sekarang aku tidak bisa melihat gambaran itu dengan jelas ,buram. Ingatkah kamu ketika masih SMA? Ingatkah cara pandangmu melihat dengan jelas masa depan yang dirimu inginkan: kuliah diluar negeri ,jadi anak kos di negeri orang, menikmati salju di negeri orang, beli kamera buat mengabadikan moment ini, jadi traveller dengan ransel besar, menginspirasi banyak orang lewat perjalanan hidup, dan membangun rumah sederhana.

Mimpi-mimpi yang sering kamu tuliskan di binder plastik bening yang depan buku nya tuh jadwal pelajaran, sekarang apa kabar? atau jangan-jangan sudah terlupakan? 

Sudah berapa banyak prestasi yang berhasil kamu capai? Sudah berapa banyak buku yang sudah kamu baca? masihkah suka nonton film marathon? masihkah suka pergi ke dunia berbeda?

Saat ini aku  sangat menyukai hand lettering,music, melukis, sekarang gimana?

Apa kabar dengan kebiasaanmu menyisihkan sedikit uang jajan untuk membahagiakan diri sendiri, seperti nonton film di bioskop sendiri, ke bandung sendiri,jalan jalan ke kota orang sendiri,nge mall sendiri, sampai membeli baju berjam" hanya untuk mencari harga murah dan kuliatan yang pas, dan beli stiker lucu yang hanya bertahan sebelum akhirnya menyesal setelah dibeli ,kenapa ngga tidak ditabung saja.

Apa kamu masih suka jalan di bandung sendiri?, memasang headset sambil lihat orang berlalu lalang.

Apa sekarang kamu masih sering tiba-tiba merasa di negara lain ketika liat video suasana sekolah di negeri orang?

Apakah sekarang kamu sudah menikah? Hahaha… waa sama siapa nadd?. Atau mungkin di usia sekarang orang akan sering bertanya 'kapan nikah?' 'Kerja dimana' 


Tapi aku yakin, bahkan seperti 9 tahun yang lalu, tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, menikah kamu tempatkan di urutan ke sekian dari daftar mimpimu.

Kita tahu kamu belum siap untuk dicintai dan mencintai dengan benar. Jangan berubah untuk yang satu ini, aku yakin mengejar mimpi jauh lebih penting daripada memikirkan pernikahan. Walaupun begitu, aku berharap suatu saat nanti ada yang bisa mengubah pikiranmu tentang ini dan sadar bahwa sendiri itu lemah juga tidak akan berdiri dengan tegak  sempurna.

Aku penasaran apakah kamu masih ingat Leonardo Edwin, sampai aku menulis surat ini pun aku masih berharap di masa depan kelak kamu dapat bertemu sosok dengan kepribadian sebaik dia ntahlah

namanya juga hobi halu memang harus siap menampung milyaran imajinasi kan!

jangan sampai jodohmu jauh kalau masih pasang standar tinggi. Masih ingat kan bagaimana kamu sangat selektif kalau soal pasangan, harus lebih pintar darimu ,liat marahnya,liat sholat subuhnya ,deket sama keluarga?

Bahkan diam-diam kamu berharap suatu saat nanti bertemu orang seperti yang kau idamkan dan menghabiskan waktu bersama di kereta.

maaf nad, buang-buang waktu ya ,bahas hal yang ngga penting, padahal harusnya menanyakan kabar kamu. Kamu baik-baik di sana,  jaga kesehatan, jangan suka begadang , jangan lupa nabung, rajin-rajin nulis walaupun gak penting. karena sepertinya itulah cara paling ampuh untuk mengalihkan perhatian dari setiap tekanan yang kamu alami.

Rajin baca ya, karena  "wanita yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas"

Aku memilih untuk berjuang keras untuk menjadi sepertimu, dan dengan penuh tanggungjawab, Aku percaya bahwa suatu hari nanti aku akan menjadi dirimu yang penuh bahagia. Kamu tersenyum karena kamu melihat bahwa aku menyadarinya, bahwa pilihan-pilihan yang aku buat hari ini akan mengantarku pada dirimu di masa depan yang lebih baik.

Terima kasih sudah buang-buang waktumu untuk membaca surat yang  Unfaedah ini

Dariku, dirimu 9 tahun lalu

Postingan Populer